Ketua Himapolindo Dukung Pemerintah Perkuat Sinergi KPK dan Kortastipidkor Polri

Himapolindo
Himapolindo

Jakarta – Ketua Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia (Himapolindo), Rosyad Fauzi, menyatakan dukungannya terhadap komitmen Pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi melalui optimalisasi peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Menurutnya, sinergi antarlembaga penegak hukum merupakan langkah penting untuk mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Rosyad Fauzi menilai bahwa korupsi masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah terus memperkuat koordinasi antarpenegak hukum agar setiap dugaan tindak pidana korupsi dapat ditangani secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperkuat agenda pemberantasan korupsi. Sinergi antara KPK dan Kortastipidkor Polri diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” ujar Rosyad Fauzi.

Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu dengan menjunjung tinggi prinsip equality before the law. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana korupsi harus diproses secara profesional berdasarkan alat bukti yang sah, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

Rosyad juga mendorong agar upaya pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga diperkuat melalui langkah-langkah pencegahan, pengawasan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Kami berharap KPK dan Kortastipidkor Polri terus memperkuat koordinasi dalam menjalankan tugasnya. Kolaborasi yang solid akan menjadi modal penting dalam membangun sistem penegakan hukum yang kredibel, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi,” tutup Rosyad Fauzi.

Pos terkait